Tampilkan postingan dengan label bunga efektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga efektif. Tampilkan semua postingan

Formula Excel Menghitung Angsuran Pinjaman


Pembayaran angsuran suatu pinjaman yang harus dibayar oleh peminjam dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah pokok pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan tingkat suku bunga yang berlaku. Besamya bunga pinjaman yang harus dibayar oleh peminjam dihitung berdasarkan sistem yang dipakai. Ada 3 sistem yang dipakai, yaitu:
1. Bunga tetap (flat),
2. Bunga menurun (sliding)
3. Bunga efektif.
Ketiga sistem bunga tersebut dapat dicari dengan menggunakan Excel. Untuk menghitung bunga dan angsuran pinjaman dengan sistem bunga efektif dilakukan dengan menggunakan fungsi finansial. Sementara untuk menghitung bunga dan angsuran pinjaman dengan sistem bunga tetap dan bunga menurun dapat dilakukan dengan membuat formula tersendiri.
Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan tentang sistem bunga tersebut.
Perhitungan Bunga Tetap
Perhitungan bunga pinjaman dengan menggunakan constant payment mortgage menghasilkan angsuran pinjaman yang tetap dari periode ke periode (bulan). Di sini bunga dihitung tetap dari pokok pinjaman awal. Adapun rumus untuk menghitung bunga tetap adalah sebagai berikut:
= (SALDO PINJAMAN AWAL x BUNGA PER TAHUN) /12
Perhitungan Bunga Menurun
Perhitungan bunga pinjaman dengan metode sliding atau model adjusted rate mortgage akan menghasilkan bunga yang semakin menurun. Dengan demikian angsuran pinjaman dari periode ke periode juga terus menurun. Adapun rumus untuk menghitung bunga dengan sistem ini adalah sebagai berikut:
Perhitungan Bunga Efektif
Perhitungan besamya angsuran pinjaman dengan perhitungan bunga efektif adalah tetap (seperti sistem flat), tetapi cicilan pokok pinjaman menaik dan bunga per bulan menurun (seperti sistem sliding). Perhitungan angsuran pinjaman dengan metode ini berbeda dengan bunga tetap dan menurun. Excel telah menyediakan fungsi untuk menghitung bunga pinjaman, cicilan pokok pinjaman, pembayaran angsuran, bunga pinjaman kumulatif, dan cicilan pokok pinjaman kumulatif.
Membuat Tabel Angsuran Pinjaman
Anda dapat membuat tabel angsuran pinjaman dengan berbagai sistem bunga menggunakan Excel. Pembahasan materi berikut ini disertai dengan kasus dan penyelesaian. Sebagi pendukung disertakan juga penyelesaian kasus yang tersimpan dalam buku kerja Bab5 dan tersimpan dalam lembar kerja mulai KASUS 1, KASUS2, dan seterusnya. Untuk berlatih telah tersedia lembar kerja tersendiri yang telah disiapkan formatnya. Untuk KASUS 1, media berlatihnya adalah lembar kerja LATIH1 yang terletak di samping lembar kerja jawab kasus tersebut.
Untuk KASUS2, media berlatihnya adalah LATIH2. Demikian seterusnya. Dalam pembahasan kasus-kasus berikut ini diasumsikan bahwa komputer program Excel telah aktif.

Tabel Angsuran Pinjaman Bunga Menurun

Sebuah lembaga keuangan yang sedang berkembang ingin membuat tabel angsuran pinjaman dari kredit yang diberikan kepada nasabah. Tabel yang diinginkan oleh koperasi tersebut diharapkan memuat informasi antara lain tentang pokok pinjaman, cicilan pokok pinjaman, bunga, angsuran per bulan, dan saldo pokok pinjaman. Dalam tahap pertama koperasi tersebut ingin membuat tabel pinjaman dengan data seperti berikut:
> Bunga pinjaman ditetapkan sebesar : 15%
> Jangka waktu pinjaman : 12 bulan
> Jumlah pokok pinjaman : 175.000.0000
> Tanggal pinjaman : 2 Februari 2006
Dari data tersebut buatlah tabel angsuran pinjaman dengan sistem bunga menurun.
Penyelesaian
Jawaban penyelesaian kasus tersebut tersimpan dalam buku kerja Bab5 pada lembar kerja KASUS 1 seperti terlihat pada gambar berikut:

!AB 1 •
_ C
D
e
.....F
G
H
I
~
2 I
3 I
: 4 ;
5 j
6 : 7 !
9 •

ANGSURAN PINJAMAN PERHITUNGAN BUNGA MENURUN


Bunga Pinjaman PerTahun
15%




Janaka Waktu Pinjaman
12 hul<m
Pokok Pmiaman
175.000,000
Tanggal Pmiaman
IFeh-2006
HIM AN
M
l«l| AN
POM IK PINJAMAN
n< ii an
l»< »h'»K PINJAMAN
EM <N<jJV
ANiiSIIFtAN j
Pl« BULAN .pjNJflMSN

10 :
1
Feb 2006
175.000,000
14,583,333
2.1 87,500
16,770.833
1160.416.667

11
2
Mar 2006
160.416,667
14,583,333
2,005,208
16.588,542
1145.833.333

12 :
3
Apr 2006
145,833,333
14,583,333
1.822,917
16,406,250
1131,250.000

13 >
4
May 2006
131.250.000
14,583,333
1.640,625
16.223.958
1116,666.667

! 14 :
5
Jun 2006
116.666,667
14,583,333
1.458,333
16,041.667
1102,083,333

! 15
6
Jul 2006
102.083,333
14.583,333
1.276,042
15,859,375
j 87.500,000

: 16
7
Aug 2006
87,500,000
14,583,333
1,093.750
15,677,083
! 72.916.667

' 17
8
Sep 2006
72.916,667
14,583,333
911.458
1 5,494.792
I 58,333.333

18
g
Oct 2006
58.333,333
14.583,333
729,167
15,312.500
I 43,750.000

19
10
Nov 2006
43,750,000
14.583,333
546.875
15.130,208
! 29,166,667

: 20 :
11
Dec 2006
29.166,667
14,583,333
364,583
14,947.917
! 14,583.333

21
12
Jan 2007
14,583,333
14,583,333
182,292
14,765,625
0

22







,
< ►
n\KASUS1/|« I





>1
Keterangan:
> Bulan ke-1 (CIO). Gunakan fungsi IF dengan ketentuan jika Jangka Waktu Pinjam (F5) = 0, biarkan sel kosong. Jika tidak, isi dengan angka 1. Dengan demikian sel CIO diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(F5=0,"",1)
> Bulan ke-2 (Cll). Gunakan fungsi IF dengan ketentuan jika Bulan ke-1 (CIO) kosong, maka isi sel tersebut kosong. Jika Jangka Waktu Pinjam (F5) lebih besar atau sama dengan isian pada Bulan ke 1 (CIO), maka sel Cll diisi dengan angka pada Bulan ke 1 (CIO) ditambah 1. Jika tidak, alamat sel Cll dikosongkan. Dengan demikian sel Cll diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C 10=" ",IF(F$5>=C 10+1 ,C 10+1," "))
Untuk bulan selanjutnya, kopi fungsi tersebut ke bawah sampai sel C21 (bulan ke-12).
> Nama Bulan pertama (DIO). Gunakan fungsi IF dengan ketentuan jika bulan ke-1 (CIO) kosong, maka sel tersebut dikosongkan. Jika tidak maka isi dengan sel F7.
=IF(C10="","",F7)
> Nama Bulan ke-2 (DI 1) diisi jika alamat sel B11 tidak kosong. Gunakan fungsi EOMONTH, dengan bentuk penulisan fungsi:
=EOMONTH(start_date;months)
Di mana:
■ start date diisi tanggal pinjam (F7)
■ month diisi urutan pembayaran bulan sebelumnya
(CIO).
Dengan demikian sel DI 1 diisi dengan fungsi sebagai berikut: =IF(C 11=" "" ,EOMONTH(F$7,C 10))
Untuk bulan selanjutnya, kopi rumus tersebut ke bawah sampai sel D21.
> Pokok pinjaman Bulan ke-1 (E10) diisi jika alamat sel CIO tidak kosong dengan ketentuan sama dengan Pokok Pinjaman pada alamat sel F6. Dengan demikian sel E10 tersebut diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C10="","",F6)
> Pokok Pinjaman Bulan ke-2 (Ell) diisi jika alamat sel Cl 1 tidak kosong dan diisi dengan Saldo Pokok Pinjaman bulan sebelumnya (110). Dengan demikian sel Ell diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C11="","",I10)
Untuk pokok pinjaman bulan berikutnya, kopi rumus tersebut ke bawah sampai sel E21.
> Cicilan Pokok Pinjaman Bulan ke-1 (F10) diisi jika alamat sel CIO tidak kosong. Rumus untuk mengisi berdasarkan perhitungan Pokok Pinjaman (F6) dibagi Jangka Waktu Pinjam (F5). Dengan demikian sel F10 diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C10="","",F$6/F$5)
Untuk cicilan pokok pinjaman bulan selanjutnya, kopi fungsi tersebut ke bawah sampai sel F21.
> Bunga Pinjaman Bulan ke-1 (G10) diisi jika alamat sel CIO tidak kosong dan diisi dengan hasil perkalian antara Pokok Pinjaman (E10) dengan Bunga Pinjaman per Tahun (F4) dan selanjutnya hasilnya dibagi dengan angka 12. Dengan demikian sel G10 diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C 1 o="","",(E 10*F$4)/12)
Untuk bunga pinjaman bulan selanjutnya, kopi rumus tersebut ke bawah sampai sel G21.
> Angsuran Per Bulan untuk Bulan ke-1 (H10) diisi jika alamat sel CIO tidak kosong. Sel H10 diisi dengan hasil penjumlahan data Cicilan Pokok Pinjaman (F10) dengan Bunga (G10). Dengan demikian sel ini diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C 10=""" ,F 10+G10)
Untuk angsuran bulan selanjutnya, kopi rumus tersebut ke bawah sampai sel H21.
> Saldo Pokok Pinjaman Bulan ke-1 (110) diisi jika alamat sel CIO tidak kosong, diisi Pokok Pinjaman (F6) dikurangi dengan Cicilan Pokok Pinjaman yang dimulai dari alamat sel F10. Dengan demikian sel 110 diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=IF(C10="","",F$6-SUM(F$10:F10))
Untuk saldo pokok pinjaman bulan selanjutnya, kopi rumus tersebut ke bawah sampai sel 121.
Cara pengerjaan seperti di atas adalah untuk membuat tabel dengan format conditional sampai 12 bulan. Dengan langkah penyelesaian seperti kasus tersebut, jika Anda menginginkan perubahan jumlah bulan di bawah jumlah bulan yang Anda buat (dalam kasus ini 12 bulan), maka Excel secara otomatis akan menampilkan tabel tersebut sesuai dengan jumlah bulan yang Anda kehendaki. Misalnya Anda ingin mengubah periode pinjaman menjadi 10 bulan, maka Anda tinggal mengganti isi sel yang terdapat pada alamat sel F5 (jangka waktu pinjaman) menjadi angka 10. Hasilnya akan nampak seperti terlihat pada gambar berikut:

AB
1
C D E
............F......
G H I
2
ANOGURAN PINJAMAN
3
PERHITUNGAN BUNGA MENURUN
4 :
Bunga Pinjaman PerTahun
15’«

5 ;
Jangka Waktu Pinjaman
10 IhiUiii

6 :
Pokok Piniaman
175.000.000

7 I
Tanggal Pinjaman
1 Felr-200<>

9
BULAN POKOK KE ^ PINJAMAN
CIOL.AM
POKi
PINJAMAN
diims-a l ANIiSURAN 0^,^? BUNGA jppR pm Hfj I POKOK PFR BULAN pwJAM
Dari gambar tersebut terlihat bahwa Excel menampilkannya sesuai dengan jumlah bulan atau lama pinjaman (dalam hal ini 10 bulan). Jadi apakah anda sudah bisa Menghitung Angsuran Pinjaman

Fungsi IPMT, bunga angsuran efektif


Fungsi IPMT digunakan untuk menghitung bunga atau bagian pembayaran angsuran dengan metode bunga efektif pada periode tertentu yang telah ditetapkan. Fungsi ini mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:
=IPMT(rate;per;nper;pv;fv;type)
Di mana:
>    Rate tingkat suku bunga efektif yang berlaku untuk pinjaman
( biasanya bulan)
>    Per periode pembayaran sebagai dasar untuk menghitung
bunga yang harus dibayar.
>    Nper jumlah periode pembayaran angsuran pinjaman (dalam
hal ini periode bulanan).
>    Pv atau present value, nilai saat ini dari pinjaman yang
diambil.
>    Type tipe pembayaran yang mengacu pada ketetapan (lihat
tabel dan penjelasan sebelumnya).
Kasus:
Diketahui data suatu pinjaman adalah sebagai berikut:
TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN : 2%
PER    : 2
NPER    : 12
PV    : 35.000.000
Tipe pembayaran    : 1 (actual/actual)
Dari data tersebut hitunglah angsuran bunga yang harus dibayar pada tahun kedua dengan dasar bunga efektif dengan menggunakan fungsi IPMT.
Penyelesaian:
Jawaban penyelesaian kasus tersebut tersimpan dalam buku kerja Bab3 pada lembar kerja IPMT seperti nampak pada gambar berikut:
•A
___B
.............c.............
D
________E
F
O................

2
  PENERAPAM FUNGSI IPMT
I
3
           
4    !
5
MENGHITUNG BUNGA ATAU BAGIAN PEMBAYARAN ANGSURAN DENGAN METODE BUNGA EFEKTIF PADA PERIODE TERTENTU.
 
6
           
7 :
TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN
PERIODE
PEMBAYARAN
JUMLAH PERIODE PEMBAYARAN
NILAI
PINJAMAN
NILAI YANG AKAN DATANG
TIPE
PEMBAYARAN
 
8:
RATE
PER
NPER
PV
FV
TYPE
 
9 !
2.0%
2
12
35,000.000
  1
 
10    I
11    ’
           
12 !
BUNGA YANG HARUS DIBAYAR
635,106
     
13:
i 4
w\ipmt/Jv
          in
Bunga yang harus dibayar (D12) diisi dengan fungsi sebagai berikut: =-IPMT(B9,C9,D9,E9,F9,G9)
Jika langkah Anda benar maka bunga yang harus dibayar pada tahun kedua adalah sebesar 635.106 seperti nampak pada gambar di atas Fungsi IPMT.

Fungsi PMT Excel


Fungsi PMT (payment) digunakan untuk menentukan besamya nilai setiap kali pembayaran angsuran dengan bunga efektif selama priode waktu tertentu. Fungsi ini mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:

=PMT (rate;nper;p v; fv;type)

Di mana:

>    Rate tingkat suku bunga yang berlaku atau yang disyaratkan.

>    Nper jumlah periode pembayaran angsuran pinjaman

>    Pv nilai pinjaman saat ini.

Kasus:

Tuan Arif akan meminjam uang sebesar Rp 15.000.000. Bunga pinjaman per bulan 1,5% dan jangka waktu pinjam 4 tahun (48 kali angsuran). Anda diminta untuk menghitung berapa besar angsuran pinjaman yang harus dibayar setiap bulan.

Penyelesaian:

Jawaban penyelesaian kasus tersebut tersimpan dalam buku kerja Bab3 pada lembar kerja PMT seperti terlihat pada gambar berikut:
  A
  c
D
E
F
~2
2 i
  PENERAPAN FUNGSI PMT
   
3 :
           
4    :
5    i
MENGHITUNG NILAI SETIAP KALI PEMBAYARAN ANGSURAN DENGAII BUNGA EFEKTIF SELAMA PRIODE WAKTU TERTENTU
 
6 !
           
7 :
TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN
JUMLAH PERIODE PEMBAYARAN
NILAI
PINJAMAN
NILAI YANG AKAN DATANG
TIPE
PEMBAYARAN
-
8 :
RATE
NPER
PV
FV
TYPE
 
9
  1.50%
48
15,000,000
0
1
 
10
11
           
12
] I1ILAI SETIAP KALI PEMBAYARAN ANGSURAN
434.11 J
   
13
4 4
> 4pmt/|<|
  .. I
 
ir1
Nilai setiap kali pembayaran angsuran (El2) diisi dengan fungsi sebagai berikut:

=PMT(B9,C9,D9,E9,F9)

Jika langkah Anda benar maka nilai setiap kali pembayaran angsuran adalah 434.113 seperti terlihat pada gambar di atas Fungsi PMT (payment)

Fungsi PPMT Excel, pokok pinjaman


Fungsi PPMT digunakan untuk menghitung pokok pinjaman dari suatu pembayaran angsuran dengan bunga efektif. Nilai pokok pinjaman dari waktu ke waktu semakin naik sedangkan bunga pinjaman semakin mengecil. Fungsi ini sering digunakan apabila seseorang ingin mengeta-hui besamya angsuran pokok dari suatu angsuran anuitas tanpa melihat daftar angsurannya. Fungsi ini mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:

=PPMT(rate;per;nper;pv;fv;type)

Di mana:

>    Rate tingkat suku bunga yang berlaku atau yang disyaratkan.

>    Per periode waktu yang digunakan sebagai dasar perhitungan

nilai pokok pinjaman.

>    Nper jumlah periode pembayaran angsuran pinjaman.

>    Pv nilai pinjaman saat ini.

Kasus:

Nyonya Ambar memiliki data pinjaman sebesar Rp 15.000.000. Jangka waktu angsuran 10 kali (10 bulan) dan tingkat suku bunga per bulan

1,5% (efektif) dengan tipe pembayaran di akhir periode (0).

Berdasarkan data tersebut, hitunglah besar pokok pinjaman pada periode ke-1 dan ke-2.

Penyelesaian

Jawaban penyelesain kasus tersebut tersimpan dalam buku kerja Bab3 pada lembar kerja PPMT seperti terlihat pada gambar berikut:

Besamya pokok pinjaman periode ke-1:

Besamya pokok pinjaman periode ke-1 (El2) diisi dengan fungsi sebagai berikut:

=PPMT(B9,C9,D9,E9,F9,G9)

Jika langkah Anda benar maka akan menghasilkan besamya pokok pinjaman periode pertama sebesar 1.401.513 seperti nampak pada gambar di atas.

Sedangkan besamya pokok pinjaman periode kedua, Anda tinggal mengganti periode pembayaran (PER), yakni pada sel C9, dengan memasukkan angka 2 (dua). Jika langkah Anda benar, hasilnya akan nampak seperti terlihat pada gambar berikut:



Dari gambar di atas terlihat bahwa nilai pokok pinjaman pada periode ke-2 adalah sebesar 1.422.535.Fungsi PPMT

Fungsi PPMT digunakan untuk menghitung pokok pinjaman dari suatu pembayaran angsuran dengan bunga efektif. Nilai pokok pinjaman dari waktu ke waktu semakin naik sedangkan bunga pinjaman semakin mengecil. Fungsi ini sering digunakan apabila seseorang ingin mengeta-hui besamya angsuran pokok dari suatu angsuran anuitas tanpa melihat daftar angsurannya. Fungsi ini mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:

=PPMT(rate;per;nper;pv;fv;type)

Di mana:

>    Rate tingkat suku bunga yang berlaku atau yang disyaratkan.

>    Per periode waktu yang digunakan sebagai dasar perhitungan

nilai pokok pinjaman.

>    Nper jumlah periode pembayaran angsuran pinjaman.

>    Pv nilai pinjaman saat ini.

Kasus:

Nyonya Ambar memiliki data pinjaman sebesar Rp 15.000.000. Jangka waktu angsuran 10 kali (10 bulan) dan tingkat suku bunga per bulan

1,5% (efektif) dengan tipe pembayaran di akhir periode (0).

Berdasarkan data tersebut, hitunglah besar pokok pinjaman pada periode ke-1 dan ke-2.

Penyelesaian

Jawaban penyelesain kasus tersebut tersimpan dalam buku kerja Bab3 pada lembar kerja PPMT seperti terlihat pada gambar berikut:
  A
8
t
0
E
---------
6
 
2
    PENERAPAN FUNGSI PPMT
I"
3
           
4
  MENGHITUNG POKOK PINJAMAN DARI SUATU PEMBAYARAN ANGSURAN DENGAN BUNGA
 
5
  EFEKTIF, NILAI POKOK PINJAMAN DARI WAKTU KE WAKTU SEMAKIN NAIK.
....
6
           
7
TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN
PERIODE
PEMBAYARAN
JUMLAH
PBWDE
PEfffiAYARAN
NILAI
PINJAMAN
MLAIYANG AKAN DATANG
TIPE
PEMBAYARAN
 
8
RATE
PER
NPER
PV
FV
TYPE
 
9 i
1.5%
  10
15,000,000
     
to;
n :
           
!2;
MLAI POKOK PHJAMAN PADA PERIODE KE-1
1.401.513
   
13;
► M \ PPMT /11
    !
    -
Besamya pokok pinjaman periode ke-1:
Besamya pokok pinjaman periode ke-1 (El2) diisi dengan fungsi sebagai berikut:
=PPMT(B9,C9,D9,E9,F9,G9)
Jika langkah Anda benar maka akan menghasilkan besamya pokok pinjaman periode pertama sebesar 1.401.513 seperti nampak pada gambar di atas.
Sedangkan besamya pokok pinjaman periode kedua, Anda tinggal mengganti periode pembayaran (PER), yakni pada sel C9, dengan memasukkan angka 2 (dua). Jika langkah Anda benar, hasilnya akan nampak seperti terlihat pada gambar berikut:
A
B
C
D
E
F
G
-
2 i
  PENERAPAN FUNGSI PPMT
   
3
             
4
MENGHITUNG POKOK PINJAMAN DARI SUATU PEMBAYARAN ANGSURAN DENGAN BUNGA
 
5
EFEKTIF, NILAI POKOK PINJAMAN DARI WAKTU KE WAKTU SEMAKIN NAIK.
 
6
             
7 i
TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN
PERIODE
PEMBAYARAN
JUMLAH
PERIODE
PEMBAYARAN
NILAI
PINJAMAN
NILAI YANG AKAN DATANG
TPE
PEMBAYARAN
 
8 ;
RATE
PER
  PV
FV
TYPE
 
9 i
1.5%
2
10
15,000,000
0
0
 
10
             
11
             
12.
NILAI POKOK PINJAMAN PADA PERIODE KE- 2
1.422.535
     
13
H <
► w^PPMT/h
    I
 
in
Dari gambar di atas terlihat bahwa nilai pokok pinjaman pada periode ke-2 adalah sebesar 1.422.535 Fungsi PPMT MS Excel.